Jumat, 16 Oktober 2020

Dandaelion untuk Ilalang

Karena akhlakmu ilalang, dandelion terperangkap sampai saat ini.

Kamu tau,

Jatuh cintanya saat ia mendengar butir ayat tahlil yang kau getarkan kala itu

Saat itu juga ia percaya, bahwa kamu mampu menjadi yang terbaik untuknya kelak

Perhatianmu kian hari kian menyakinkan, bahwa kau pun punya rasa asing padanya

Sempat ia ragu, semua yang kau katakan sebatas gurauan agar tidak hambar

Sempat ia ingin terbang, mencari ilalang-ilalang yang berhamburan

Sempat ia berpikir, tempat nyaman yang kau suguhkan hanya bualan

Tapi, nyatanya dandelion bertahan sampai sekarang

Kamu berhasil!

Mengentaskan ia dari angin ketidakmungkinan

Mereka melihatmu kurang, tapi kamu mampu mengenapkan dandelion yang malang

Izinkan dandelion menetap, wahai ilalang yang kuat



-nales

Tidak ada komentar:

Posting Komentar