Karena akhlakmu ilalang, dandelion terperangkap sampai saat ini.
Kamu tau,
Jatuh cintanya saat ia mendengar butir ayat tahlil yang kau getarkan kala itu
Saat itu juga ia percaya, bahwa kamu mampu menjadi yang terbaik untuknya kelak
Perhatianmu kian hari kian menyakinkan, bahwa kau pun punya rasa asing padanya
Sempat ia ragu, semua yang kau katakan sebatas gurauan agar tidak hambar
Sempat ia ingin terbang, mencari ilalang-ilalang yang berhamburan
Sempat ia berpikir, tempat nyaman yang kau suguhkan hanya bualan
Tapi, nyatanya dandelion bertahan sampai sekarang
Kamu berhasil!
Mengentaskan ia dari angin ketidakmungkinan
Mereka melihatmu kurang, tapi kamu mampu mengenapkan dandelion yang malang
Izinkan dandelion menetap, wahai ilalang yang kuat
-nales
Tidak ada komentar:
Posting Komentar