Jumat, 16 Oktober 2020

Pertanyaan terbuka untuk anak

    Hai-hai... Seringkali ibu guru, bunda atau ayah di rumah bingung harus tanya apa lagi biar anak semakin subur pengetahuannya. Tetep nemenin main sih, tapi kadang diam membisu karena kehabisan kata-kata,  biasanya hanya menggunakan kata apresiasi "wah bagus", "keren sekali", "pintar", "wow" ketika anak berhasil melakukan atau menciptakan sesuatu. Padahal, sebenarnya bu/pak guru, ayah, bunda bisa lho mengulik lebih dalam lagi apa yang sedang anak lakukan.

    Kali ini nales akan bagi beberapa pertanyaan terbuka untuk anak yang dapat menyuburkan pengetahuan anak. Nales dapat pertanyaan ini dari salah satu lembaga paud yang pernah nales kunjungi dan ternyata banyak sekali yang dapat nales pelajari dari lembaga tersebut. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang memiliki banyak jawaban dan cenderung berbeda tiap individu, sedangkan pertanyaan tertutup yaitu pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan seperti ya dan tidak. Nahh pertanyaan terbuka, apa saja itu??? Yap!!! Cekidot, aybund!!!

    Ketika anak berlari menunjukkan hasil karyanya, aybund bisa menstimulasi dengan pertanyaan 

"Apa yang kamu buat?" 

"Apa saja bahan yang dipakai?'

"Bagaimana cara kerja mobilmu?"

"Kira-kira dimana ya kita bisa melihat mobil seperti itu?"

"Kalau mau diikat dengan tali, apa yang harus kita lakukan?'

"Maaf, silakan disepakati, apa yang harus dikerjakan?"

"Kira-kira kalau rodanya seperti itu bisa berputar tidak ya? coba kita praktekkan"

    Nah, itu tadi beberapa pertanyaan terbuka yang bisa aybund berikan ke anak untuk menambah pengetahuan anak, selain itu juga dapat melatih perkembangan bahasa lho aybund. Tidak hanya pengetahuan, tapi kosakata anak juga dapat bertambah. Oiya aybund, pertanyaan di atas akan lebih cocok diterapkan pada anak usia 4-6 tahun ya.. Kalau untuk usia anak yang masih kecil besok nales buatkan hehe, stay tune...

    Selamat mencoba aybund! Peluk erat dari nales.


Dandaelion untuk Ilalang

Karena akhlakmu ilalang, dandelion terperangkap sampai saat ini.

Kamu tau,

Jatuh cintanya saat ia mendengar butir ayat tahlil yang kau getarkan kala itu

Saat itu juga ia percaya, bahwa kamu mampu menjadi yang terbaik untuknya kelak

Perhatianmu kian hari kian menyakinkan, bahwa kau pun punya rasa asing padanya

Sempat ia ragu, semua yang kau katakan sebatas gurauan agar tidak hambar

Sempat ia ingin terbang, mencari ilalang-ilalang yang berhamburan

Sempat ia berpikir, tempat nyaman yang kau suguhkan hanya bualan

Tapi, nyatanya dandelion bertahan sampai sekarang

Kamu berhasil!

Mengentaskan ia dari angin ketidakmungkinan

Mereka melihatmu kurang, tapi kamu mampu mengenapkan dandelion yang malang

Izinkan dandelion menetap, wahai ilalang yang kuat



-nales

Kapan bertemu?

Temu seakan menyekat hingga pekat. Padahal masih di garis katulistiwa yang sama, tapi sekadar bertegur sapa hanya lewat tombol bermodal wiFi atau kuota, apalagi tawa hanya dirangkai dengan huruf ha-ha / wkwk/ hehe atau bahkan hanya emoticon sebagai pemanis. KAdang suara lewat voice note atau tatap muka lewat layar sudah cukup ketika ada waktu luang. 

Iya, masih berjuang membahagiakan orang tersayang, sebelum membahagiakan yang disayang. Jika satu tujuan, pasti bertahan, walau temu menjadi momok yang menyenangkan. Kalau tidak? Jangan salahkan, mungkin perhatian terabaikan. Tenang, masih ada doa yang menyatukan. Kalau dia digariskan untukmu kamu bisa apa?

Selamat berjuang.


-nales

Aku rela mundur~

Surat dari Saka

Pengabdian adalah hal yang menguras--tenaga, waktu, pundi rupiah, bahkan asmara?

Hai, kamu yang mengabdi. Tetap semangat dengan semua cambukan yang diberikan, tandanya mereka yang di sekelilingmu masih sayang. Masih ada cukup waktu untuk berbenah, belum pantas kata terlambat muncul saat ini. Selalu kuat dan sabar kamu, selimuti amarah yang sewajarnya, tapi cukup kau teriakkan sendirian tanpa seorangpun yang tau agar kau tak melukainya. 

Kamu adalah TERBAIK!

Kamu TIDAK GAGAL dalam memimpin, hanya perlu merubah sedikit strategi kepemimpinan yang telah dikoreksi.

Aku rela mundur, mengesampingkan rasa agar organisasi baik-baik saja. Sedari awal, kamu yang menyemangati agar aku tetap maju mengambil posisiku dengan segala kerumitan karena hubungan kita dipermasalahkan, aku belum bisa profesional?

Jika berhasil mengesampingkan rasa, maka banyak hal yang dapat diambil, banyak hal yang bisa dikembangkan: kemampuan menjalin relasi, public speaking, manajemen waktu, dan sifat tahan badai. Ingat, tujuan awal yang kita berdua ambil--membangun organisasi ini lebih baik lagi, paling tidak, sama baiknya dengan sebelumnya, membuat jurusan lebih dikenal seperti nama kabinet yang kita usung--GARUDA

Aku tahu kamu mampu, aku yakin kkta ber-64 dan pembina sanggup. Aku tahu kamu memang pantas diposisi ini, rencana Allah tak ada satupun yang keliru. Hanya kadang ujian datang sebagai tolak ukur keimanan. Tetap di jalan yang di ridhoi atau malah berpaling. Tetap kuatkan kami dan 1200 mahasiswa lain. Selalu minta doa restu bapak ibu tiap kegiatan dan diberi kekuatan mengabdi sampai Desember. Aku yakin kamu mampu menciptakan perubahan.


kamu kuat, Bim!