Surat dari Saka
Pengabdian adalah hal yang menguras--tenaga, waktu, pundi rupiah, bahkan asmara?
Hai, kamu yang mengabdi. Tetap semangat dengan semua cambukan yang diberikan, tandanya mereka yang di sekelilingmu masih sayang. Masih ada cukup waktu untuk berbenah, belum pantas kata terlambat muncul saat ini. Selalu kuat dan sabar kamu, selimuti amarah yang sewajarnya, tapi cukup kau teriakkan sendirian tanpa seorangpun yang tau agar kau tak melukainya.
Kamu adalah TERBAIK!
Kamu TIDAK GAGAL dalam memimpin, hanya perlu merubah sedikit strategi kepemimpinan yang telah dikoreksi.
Aku rela mundur, mengesampingkan rasa agar organisasi baik-baik saja. Sedari awal, kamu yang menyemangati agar aku tetap maju mengambil posisiku dengan segala kerumitan karena hubungan kita dipermasalahkan, aku belum bisa profesional?
Jika berhasil mengesampingkan rasa, maka banyak hal yang dapat diambil, banyak hal yang bisa dikembangkan: kemampuan menjalin relasi, public speaking, manajemen waktu, dan sifat tahan badai. Ingat, tujuan awal yang kita berdua ambil--membangun organisasi ini lebih baik lagi, paling tidak, sama baiknya dengan sebelumnya, membuat jurusan lebih dikenal seperti nama kabinet yang kita usung--GARUDA
Aku tahu kamu mampu, aku yakin kkta ber-64 dan pembina sanggup. Aku tahu kamu memang pantas diposisi ini, rencana Allah tak ada satupun yang keliru. Hanya kadang ujian datang sebagai tolak ukur keimanan. Tetap di jalan yang di ridhoi atau malah berpaling. Tetap kuatkan kami dan 1200 mahasiswa lain. Selalu minta doa restu bapak ibu tiap kegiatan dan diberi kekuatan mengabdi sampai Desember. Aku yakin kamu mampu menciptakan perubahan.
kamu kuat, Bim!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar