Sudah berganti tahunnya, tapi tidak dengan rasanya.
Semua yang terlihat selalu membuat ingat, padahal kini kian bersekat karena waktu tak tersendat. Mulai dari kebiasaan buruk, apa saja yang sering dibeli bersama, hal-hal sepele yang membuat lekat, lagu-lagu tak nyaman di telinga tapi ternyata apik. Setiap lekuk kota itu, bercerita tentang dulu.
Seolah selalu, sosok yang harus tertinggal di tahun kemarin. Ingatanku keliru, membawa sampai tahun baru. Membuat ragu kian menderu, menyapu semu tak menentu.
Sudahi, harusnya. Bahagia setelahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar